Membohongi Hati Sendiri

Istilah ini memang sangat menyakitkan, tetapi dengan niat yang sangat baik aku juga berharap agar kamu juga berfikir sama sepertiku.

Saat ak harus membenci kamu pun juga begitu, saat aku harus melepas kamu pun juga begitu, saat aku bilang ikhlas kamu pun bilang begeitu.

Kita sama-sama salah dan kita berdosa akan diri kita sendiri. Karena kita saling membohongi diri sendiri kita saling membenci diri sendiri karena suatu keadaan.

Seperti memecahkan teka – teki

Saat ini aku mulai bingung dan berharap setelah melihat tangisan itu dari wajahmu, ada apakah yang sedang terjadi?

Kenapa kamu menghindar? kenapa kamu menangis? seharusnya kamu bahagia.

Apakah kamu menangisi kesalahanku? apakah kamu menangisi keterlanjuran ini?

Aku melepaskan pelarianku

Aku tidak tahu tentang tulisanku akan berending seperti apa namun saat ini ak berusaha melepaskan sesorang yaitu pelarianku.

Ak tidak ingin menyakiti hati seseorang, ak tidak ingin seperti kamu yang bisa menggunakan orang lain buat melupakanku.

Ak hanya berharap dia bisa melewati ini dan kamu juga bisa melewati hal ini, walaupun begitu sulig dan sungguh susah untukmu menjadi sama sepertiku

lagi-lagi Tuhan aku hanya bisa mengandalkan campur tanganku untuk kami.

Aku selalu berdoa dalam sunyi

Hati tidak bisa di bohongi, di dalam kecemburuanku aku selalu berusaha menerima, mengingat keadaan yang tak kunjung membaik, semakin aku melupakan semakin aku mengingat lagi.

Aku terus merenung dengan caraku sendiri berharap akan mukzizat Tuhan itu ada. Karena di dalam kaludku aku hanya bisa menyerahkannya kepada sang pencipta.

Tuhan lindungi dan jaga dia, lindungilah ruang hati kecil kita yang pernah menyatu, aku tahu dia sangat kecewa dengan sifatku ini, di sangat trauma dengan sifatku ini.

Dan terus berharap akan semua kenangan itu untuk kembali. Di dalam firasat dan keyakinanku ak yang dulu sampai sekarang mulai yakin kalau dia adalah jodohku dia selalu memikirkanku juga.

Aku yakin Tuhan kita satu, aku yakin surga kita sama, dan memper baiki segala dosa yang pernah jatuhkan kami untuk sebuah ikatan tetapi dengan hasil seperti ini ternyata sangat menyakitkan.

Kapan kita akan di pertemukan lagi? Atau setelah kita mati? Atau setelah semuanya bisa menerima? aku tahu dia selalu berdoa di hal yang sama aku tahu. Tuhan engkau maha pengasih, junjunglah hati ini yang sedang goyah ini, bangkitkan gairah cinta kami untuk bersama ,bersatu kembali Tuhan.

Maafkanlah atas kemunafikanku ini bahwa memang dia yang aku cintai, memang dia yang ada di jiwaku, karena ada hal-hal yang harus kita pertanggungjawabkan dihadapanMu.

Namun semua itu kmbali lagi sesuai rencanaMu Tuhan, ak tetap akan tegar dan berusaha menunggu menikmati ini semua…

Ada seseorang datang di saat yang tepat Bak seperti Pahlawan

5 tahun di pembelajaran ini sangat singkat dan sirna begitu saja setelah 3 bulan kesempatan berinstropeksi diri.

Tidak ada yang menyangka bila ujung dari pembelajaran ini menjadi kesempatan untuk orang lain masuk, dan dengan ketampanan dan ketidaktahuannya dengan saat mudah mengambil semuannya.

Apakah ini peringatan dari Tuhan untukku atas kesalahan-kesalahanku? atau memang hanya pelarian semata saja?

Memang hancur tetapi waktu benar-benar terus berlanjut, sehingga dengan mata kepala sendiri aku menyaksikannya. Dan benar ,waktu tidak pernah berhenti.

Bahkan ak sendiri mencoba seperti Dia pun tidak pernah bisa dan semakin sulit dan semakin kalut, dan hasilnya bukan bahagia namun ak telah menyakiti hati orang lain lagi.

Karma apa yang kami alami ini Tuhan?